Tingkat Bunga Flat pada Multifinance dan Tingkat Bunga Normal pada Bank
Bagi sobat yang pernah mengajukan kredit pemilikan kendaraan dan kredit pemilikan rumah (KPR), tentu pernah membandingkan suku bunga yang ditawarkan oleh kedua transaksi tersebut. Bila diperhatikan, tingkat bunga kendaraan selalu lebih murah daripada tingkat bunga KPR. Hal ini mungkin menimbulkan pertanyaan, bagaimana perusahaan multifinance yang notabene mengandalkan modalnya dari pinjaman bank, dapat memberikan tingkat bunga yang lebih murah daripada bank?
Kali ini kita akan berkenalan dengan konsep tingkat bunga flat (yang dibebankan oleh perusahaan multifinance) dan tingkat bunga normal yang dibebankan oleh bank (pada umumnya disebut sebagai tingkat bunga efektif, walaupun sebenarnya ada perbedaan definisi antara kesuanya).
Marilah kita mulai dengan definisi kedua tingkat bunga tersebut. Definisi tingkat bunga flat adalah, tingkat bunga yang dibebankan setiap bulan secara mendatar dari pokok pinjaman awal, mulai bulan pertama pembayaran cicilan sampai akhir masa pembiayaan. Sementara, tingkat bunga normal adalah, tingkat bunga yang dibebankan setiap bulan dari sisa pokok pinjaman yang tentunya setiap bulan selalu berkurang, karena KPR yang menggunakan system anuitas, membagi cicilan perbulan menjadi porsi bunga dan porsi pokok pinjaman.
Untuk memperjelas, mari kita mempergunakan ilustrasi. Anggap bapak A memperoleh fasilitas kredit kendaran Rp 100 juta, dan pada saat yang sama juga memperoleh fasilitas KPR senilai Rp 100 juta. Perusahaan Multifinance membebankan tingkat bunga flat 5% per tahun untuk masa cicilan 1 tahun, sedangkan bank membebankan tingkat bunga normal 7% per tahun untuk masa cicilan 1 tahun. Maka, jumlah bunga yang harus dibayar selama setahun oleh bapak A untuk fasilitas multifinance nya adalah sebesar 5% x Rp 100 juta = Rp 5 juta. Total pinjaman + bunga akan menjadi Rp 105 juta, dan cicilan per bulan adalah sebesar Rp 8.750.000 (100 juta + 5 juta dibagi 12 bulan.
Sementara, untuk fasilitas KPR nya yang mempergunakan sistem anuitas, dengan mempergunakan kalkulator financial, akan diketahui bahwa cicilan per bulan yang harus dibayar setiap bulan adalah sebesar Rp 8.602.500,-
Dari ilustrasi di atas, terlihat bahwa walaupun tingkat bunga multifinance lebih kecil dari tingkat bunga bank (5% dibanding 7%), namun, cicilan per bulan yang harus dibayar oleh bapak A kepada perusahaan multifinance lebih besar daripada cicila yang harus dibayar kepada bank (Rp 8.750.000,- dibanding Rp 8.602.500,-).
Nah, penjelasan ini dapat menjawab, mengapa perusahaan multifinance yang mengandalkan bank sebagai sumber dananya, dapat membebankan tingkat bunga yang lebih murah daripada bank.
Ada dua tujuan utama perusahaan multifinance mempergunakan tingkat bunga flat :
- Agar tingkat bunga yang ditawarkan kelihatan kompetitif, walaupun dibandingkan dengan bank.
- Agar konsumen dapat turut menghitung jumlah cicilan dengan mempergunakan kalkulator biasa, karena cara menghitungnya lebih sederhana.
Demikian penjelasan singkat mengenai kedua tingkat bunga diatas. Bagi yang berminat mengetahui secara lebih detail, dapat menghubungi saya di email tcs.agus@gmail.com
If you enjoyed this post, make sure you subscribe to my RSS feed!
Even though term of Leasing often used by most of people, but actually only limited people who really understand the definition and role of leasing, especially equipment leasing. Leasing transaction is considered as a quite complex transaction in term of tax and accounting. Even daily practitioner sometimes get into some confuses and cause additional cost for their lessee due to it’s complexity. Moreover, different country usually has different legal and tax regulation related to leasing, so that leasing practice in one country may not be valid in other country.
Buying a new car for personal uses is the thing we usually do periodically, in line with increasing of our income and lifetime period of current car. It’s good if we can buy it by cash, but in most case we have to buy it by using auto financing due to limited cash on our hand.










Recent Comments